Jangan Pamer di Sosmed, Berikut adalah Akibatnya!

Spread the love

Firdaus Wibowo – Hallo, sudah beberapa hari ini aku nggak update blog, karena kesibukan dan kemalasan saya di Dunia nyata.

Sosial Media (Sosmed) adalah sebuah dunia virtual yang sudah menjadi “kebutuhan” di zamans sekarang. Tidak peduli umur berapapun orangnya, kalau sudah mengenal sosmed biasanya orang tersebut. Aku sendiri mengenal Internet (atau sosmed kali ya) pada se-usia SMP, pada saat itu tahun 2008. Aku inget betul saat itu facebook (sosmed pertama yang aku kenal).

Pada saat itu, pengguna sosmed masih jarang (di tempat ku), pengguna sosmed masih banyak-banyakan punya teman, masih pada bangga-banggain, padahal nggak tau gunanya buat apa, fungsi dan faedahnya banyak temen di sosmed apaan, intinya punya sosmed dengan teman banyak = auto jadi keren.

Pada saat itu menggunakan Sosmed hanya untuk keren-kerenan, hanya untuk biar di bilang nggak kudet. Nggak ada unsur pamer dsb, jangankan pamer, untuk membuka sosmed saja, harus ke warnet keculai kalian rela menggunakan Handphone Nokia jadul yang jaringannya super kampret.

Saat ini penggunaan sosmed sudah berbeda, sudah berkembang, dan sudah menjalar kemana-mana. Dari mulai menggunakan Sosmed untuk kepentingan, usaha, share konten blog, menambah fans, atau mengenalkan suatu company, jika menggunakan sosmed dengan kepentingan seperti itu, jelas itu bermanfaat.

Masalahnya, orang-orang awam di zaman sekarang menggunakan sosmed justru untuk pamer. Mereka merasa aman ketika pamer di sosmed, merasa dunia nggak ada yang melihatnya, waw. emejing!

Untitled - Jangan Pamer di Sosmed, Berikut adalah Akibatnya!

Nah masalahnya, untuk yang suka pamer, sosmed adalah tempat ter-perfect bagi mereka, entah itu pamer asmara, pamer harta, pamer lain-lain.

Padahal Akibat pamer sendiri itu sangat tidak menyenangkan:

 

1. Riya’/ Ujub

Sebagai warga muslim, kita sudah tau betul kalau riya’ atau pamer bisa menarik pelakunya masuk ke neraka. Sedangkan ujub artinya membanggakan diri sendiri.  2 hal ini biasanya berkaitan dengan orang yang pamer di manapun, termasuk sosial media. Orang yang pamer biasanya seakan-akan mengatakan “ini lho saya, ini lihat kepintaran saya, kemampuan saya, sehingga saya bisa mendapatkan ini semua”. Sangat erat kaitannya dengan “share kebahagiaan”

 

2. Rusaknya Pertemanan

Ini sering aku jumpain dalam dunia sosmed, berawal dari ledek-ledekan iseng, berakhir dengan rusaknya suatu hubungan teman.  Pihak yang sudah mendapat nikmat malah mengejek pihak yang belum mendapat nikmat, mungkin awalnya hanya iseng, tetapi pihak yang ‘di isengin’ tersinggung, munculan permusuhan.

 

3. Mendorong Orang Lain Berbuat Dosa

Sudah menjadi rahasia umum jika ada asap pasti ada api. Karena kecerobohannya seseorang dalam menggunakan sosmed, bisa jadi ini malapetaka bagi orang tersebut di hari kiamat. Orang menyebarkan berita hoax dengan caption provokatif akan dapat memecah belah suatu oraganisasi yang sudah kuat, orang menyebarkan kebahagiaan yang bersifat pamer, akan dapat membuat orang lain menjadi iri dengki, sehingga orang tersebut bisa saja berbuat negatif atau mencelakai penyebarnya.

 

4. Kufur Kepada Allah

Cobaan bukan hanya datang dari kejelekan/musibah, cobaan juga bisa datang dari kesenangan. Terkadang manusia lupa bahwasanya Allah selalu mencoba hambaNya dalam segi kehidupan. Entah itu cobaan baik atau cobaan buruk. Ketika Allah menurunkan cobaan buruk kepada hambaNya, idealnya seorang hamba adalah istirja’. Nah untuk cobaan baik, idealnya seorang hamba kembali kepadaNya dengan cara bersyukur, bukan malah Pamer.

 

Kesimpulan.

Sosmed memang asyik, tapi lebih asyik jika digunakan dengan kebaikan, sharing seperlunya, jangan berlebihan. Share kebahagiaan boleh, jangan sampai bersifat pamer, atau terbesit dalam hatinya sifat pamer/ujub. Terbesit sedikit saja sifat pamer atau ujub itu sudah membuat kita melakukan dosa.

Ingat, semua harta yang diberikan kepada kita tidak lain tidak bukan hanyalah sebuah titipan, yang nantinya ‘pasti’ akan di ambil oleh yang punya, yaitu Allah Tuhan semesat Alam.

 

Firdaus Wibowo

Ngeblog memang berdasarkan hobi, di saat semua orang sudah main youtube/vlog sampai bocah SD review Pomade susu kental manis, aku masih setia dengan blog walaupun juga ada channel youtube - pecinta hal-hal yang berbau #KereGarisKeras!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *